Mendadak tersadarkan bahwa kami harus terbang jam 10.30 pagi ini. Sementara jam tangan menunjukan jam 9.30. Lah bagaimana bisa mencapai bandara dalam 15 menit sementara posisi kami masih berada di tengah kota mataram masih melihat lokasi yang akan digunakan untuk proyek perumahan. Toh pikir kami seperti biasa akan ada keajaiban, selalu masih bisa kekejar untuk penerbangan ke surabaya pagi itu. Seperti yang sudah sudah mau cek in 15 menit sebelum take off pun akan BISA selama kita yakin. Selalu mungkin kalau kita percaya dan selalu masih berusaha.
Lah tapi ini kok yang ngantarin lama banget jalannya. Sudah tahu kami harus sudah cek in 1 jam sebelumnya masih saja sambil ngobrol perlahan untuk melihat lokasi dan kendaraan melaju tidak begitu kencang. Aduh bagaimana ini kalau terlambat. Pikiran berkecamuk akan tetapi ini sudah mau dekat bandara….lumayan lah. Tentunya dengan jalan bebas hambatan dari kota mataram ke bandara tentu semua akan dipermudah dan dipercepat lajunya. Kelegaan kita dapatkan sampai kita masih mendapatkan info kalau pesawat memang delay. Wah benarkan semua menjadi mudah dan akan dibantu kalau kita percaya.
Begitu sampai bandara jam 10.15, 15 menit sebelum take off. Staff saya berlari untuk segera cek in, mencoba mengejar ketinggalan dan saya mengurusi bagasi dan menyusulnya kemudian. Saya melihat ia berbicara kepada staff cukup lama dan kemudian berjalan bergegas kearah saya. Saya siap-siap untuk segera membantu untuk memasukan bagasi ke ruang cek in. Akan tetapi ternyata kami ditolak untuk mengikuti penerbangan tersebut dan terpaksa harus mencari alternatif pesawat. Padahal pesawat belum datang. Kami tidak sendirian, kami berjumpa dengan seorang wanita yang mempunyai tujuan yang sama ke jogjakarta dan juga ketinggalan pesawat. Bahkan serombongan atlit yang sedang bertanding di kota mataram ternyata juga masih banyak yang tertinggal juga.
Setelah mendapatkan banyak alternatif dan pilihan waktu yang sempit karena kalau tidak segera tidak kami ambil maka peluang itu akan hilang. Maka segera kami putuskan untuk membeli tiket pesawat yang jam 12 dari mataram ke surabaya. Transit 4 jam dan kemudian dilanjutkan ke jogja jam 19.00. Segera muncul penyesalan kenapa kami tidak bergegas? Kami bangun jam 5 pagi. Bersiap tetapi bersantai dengan mengganggap waktu masih banyak dan masih tersisa untuk kita. Kami merasa tidak tergesa-gesa dalam menjalani aktifitas kami. Kenapa sekarang keterlambatan dan keteledoran 15 menit ini bernilai 2jt? Tidakkah uang itu lebih bernilai untuk sesuatu yang lain dari pada hanya untuk sekedar keterlambatan?
Sempat saya mempertanyakan Tuhan. Tuhan apakah maksudnya dengan memberi aku pelajaran ini? Memang aku salah akan tetapi kenapa aku harus menerima kerugian ini? Pikiran berkecamuk banyak hal mempertanyakan dan menyalahkan situasi. Hampir terbesit sebuah sumpah serapah dan kata-kata yang menghujat. Tetapi ingat dengan tulisan saya sendiri sebelumnya mengenai rencana Tuhan. Bahwa meyakini apa yang terjadi tetaplah yang terbaik. Saya walaupun dengan dongkol dan masih sakit hati dengan nilai 2 jt rupiah mencoba melupakan dan mengganggap ada sebuah rencana Tuhan yang sedang dipersiapkan untuk saya.
Ketika harus akan memasuki ruang tunggu, saya sempat menelepon alumni dari kelas saya yang sudah setia mengantarkan dan menunggu saya diluar terminal keberangkatan. Mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa pada kesempatan berikutnya. Saya masuk ke lounge bandara dan duduk minum sambil merenungkan apa rencana Tuhan yang sedang dipersiapkan untuk saya. Eh ternyata wanita yang juga terlambat itu adalah developer besar yang juga berdomisili di Jogjakarta. Luarbiasa, saya sedang mencari sebuah patner kerja untuk area di jogjakarta dan ternyata Tuhan menjawab dengan cara yang berbeda.
Tidak lama dari mengerti arti kata perkenalan tersebut, alumni yang tadi mengantarkan saya menelepon mengabarkan kalau dia baru saja menemui salah satu manager yang bertugas dibandara tersebut untuk mempertanyakan peluang kerjasama dengan angkasa pura untuk media iklan dan perumahan karyawannya. Tuhan memang luar biasa dengan pendekatan dan cara menunjukan jalan untuk umat yang percaya kepadaNya. Manager tersebut memang sedang berencana untuk mengadakan wacana perumahan untuk para pekerja bandara. Singkat kata-singkat cerita mereka tertarik pada proyek perumahan yang sedang saya buat. Dan ada jaminan untuk membantu penyelenggaraan kerjasama untuk penyediaan perumahan pekerja bandara.
Terimakasih Tuhan. Mungkin aku awalnya mempertanyakan cobaan yang Engkau berikan, tapi aku akan selalu percaya bahwa semua yang Engkau berikan akan berakhir baik dan indah untuk hambamu. Aku juga disadarkan untuk lebih menghargai waktu lagi. Mungkin ketika kita merasa masih memiliki banyak waktu, banyak kesempatan, banyak peluang, umur masih panjang, kita akan terlena dengan tibanya sang waktu akhir.
Semua tahu kalau kita akan berakhir, kita masih merasa muda, masih merasa banyak kesempatan, masih banyak kekuatan, masih banyak waktu tetapi seiring berjalannya waktu mendadak semua menjadi tidak cukup. Mendadak semua menjadi terbatas, mendadak saat itu telah tiba didepan kita tanpa kita bisa mengelak lagi. Apa yang sudah kita persiapkan untuk mengisi kehidupan kita? Apa yang sudah kita sadari untuk selalu berdaya dalam hidup kita? Apa yang sudah kita hargai dalam hidup ini? Apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi waktu kita?
Ingatlah waktu terbatas. Semua bisa saja untuk menjadi terlambat.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
5 Responses to “Semua selalu berakhir baik”






Dear Pak Ridwan
Saya tergelitik untuk comment sambil kritik he he. Orang dengan reputasi seperti Bapak eh ternyata manage waktu juga msh susah ya Pak he he. Masih bisa santai meskipun wkt mepet, biasa nya orang sekelas Bapak pasti jadwal sudah teratur dengan baik. Eh sudah telat karena kesalahan sendiri masih mau salahkan keadaan, eh bawa2 Tuhan lg he he.
Boleh ya Pak kritik he he
Dear Pak Ridwan,
Cerita yg inspiratif Pak, jadi bikin saya merenung banyak hal yg belum saya capai dalam keterbatasan waktu yg melenakan..
“mantap” itulah comment saya bahwa dibalik setiap masalah Tuhan hendak menunjukkan rencananya yang terbaik bagi setiap umat-Nya, Gbu
alhmdllh,pelajaran yg baik untuk orang baik..semoga diberikan kemudahan bagi kita semua.
bagaimanapun…pak ridwan tetap manusia… tidak ada yang sempurna… mungkin hanya masih lebih baik dari saya.
sukses terus pak…ceritanya inspiratif sekali…