Ridwan Raharjo

Ridwan Raharjo, S.Si, C.Ht, LMP – NLP

Penulis kuliah di sebuah universitas negri di Jogjakarta masuk pada tahun 1992. Pada awal perjalanan karirnya, di tahun 1993, beberapa pekerjaan standar anak kuliah telah dilakukannya. Dari mencoba-coba usaha photography sampai jualan produk dan jasa apapun yang bisa dilakukannya. Photoghraphy yang memiliki prospek paling cerah pada saat itu. Dokumentasi acara nikahan sampai wisuda dan acara ulang tahun anak-anak. Merintis dari nol sampai pekerjaan melimpah-limpah, keteter dengan pekerjaan yang selalu ada dan menumpuk-numpuk. System yang digunakan adalah menghias photo yang telah jadi menggunakan hiasan-hiasan tambahan di album photo. Saat itu foto digital masih merupakan wacana saja, belum dapat di sentuh oleh kalangan bawah. Foto di tusir dan di beri efek yang menarik sehingga para konsumen mendapatkan lebih dari sekedar foto grafi. Penulis mendapatkan banyak hasil dari usaha itu dan ……..akhirnya setelah terlibat didalam rutinitas yang menjemukan penulisa mulai bosan…dan akhirnya kembali lagi ke dunia mahasiswa,  jalan sana-jalan sini.

Melihat dunia pariwisata sedemikain menariknya ditahun 1995, terbesit pikiran untuk sering mempraktekan bahasa Ingris yang didapat dari pendidikan D2 nya , dalam sebuah toko cendera mata, akan dapat meningkatkan kelancaran dalam bahasa Ingris  plus belajar mengenai dunia kewirausahaan. Penulis membuka usaha toko batik di salah satu sentra hotel dan penginapan di jogjakarta. Ditengah persaingan toko handicraft dan batik, penulis memulai sesuatu yang berbeda dan unik dibandingkan dengan beberapa toko lainnya. Yaitu menggunakan tukang becak dan guide turis manca Negara sebagai marketing lepas. Dimana setiap kali mereka dapat membawa tamu ke Toko penulis, maka mereka akan mendapatkan prosentasi dari barang yang dibeli.

Ada sebuah kompetisi yang di jalankan antara marketing lepas , yaitu sebuah kompetisi siapa yang dalam 6 bulan dapat memberikan omzet yang paling tinggi di toko penulis, maka akan mendapatkan sejumlah uang tunai yang nilainya kala itu sangat fantastis. Sehingga semua berlomba-lomba untuk mendapatkan penjualan yang paling tinggi. Tidak sampai enam bulan, toko penulis  telah kembali modal. Tepat setelah satu tahun kebosanan mulai mendera penulis kembali.  Usaha tersebut kemudian dikembangkan oleh kakak penulis.

Penulis, kemudian mencoba untuk memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak smp dan sma. Sebuah pendidikan tambahan diluar jam sekolah…dari satu peserta didik menjadi dua …tiga dan sampai penulis kewalahan menerima siswa karena cara belajar yang unik, dimana peseta didik bilamana tidak menapatkan kenaikan nilai pelajaran yang diampu penulis maka mereka tidak perlu membayar . Pada tahun 1997 Ditengah-tengah puncak karir sebagai pemberi pelajaran tambahan, penulis di berikan sebuah usaha penjualan sepeda motor berikut bengkelnya oleh orangtuanya untuk dikelola. Secara terpaksa beberapa anak didik yang telah cocok dengan penulis harus meneruskan pendidikan dengan pengajar lain karena kesibukan dalam melakukan promosi penjualan sepeda motor ke daerah-daerah.

Belum genap 6 bulan, Indonesia didera oleh serangan krisis ekonomi yang sangat parah yang membuat penulis terpaksa menelan penjualan yang sangat mengenaskan. Bahkan harus merelakan rumah tinggal untuk menutup kerugian yang muncul akibat tidak adaanya penjualan tetapi beban biaya yang semakin tinggi dan meningkat.

Ketika badai telah lewat , pabrik sepeda motor dimana penulis merupakan dealer resmi, membuat sebuah kompetisi penjualan sepeda motor model terbaru. Sebuah kompetisi penjualan  yang berhadiah pergi ke Jepang. Dengan segala upaya , setelah mencoba beberapa cara dan tehnik penjualan yang menarik, dalam peridode 3 bulan penulis dinobatkan sebagai pemenang dalam  kontes tersebut. Ketika tantangan telah tercapai, prestasi telah tertorehkan mulai muncul sebuah ketidaknyamanan lagi dari suasana rutinitas yang ada. Mulai mencari tantangan baru lagi dengan mencoba membuka sebuah usaha rental multimedia yang kala itu merupakan usaha yang , ketika diucapkan saja banyak yang menertawakan.  Karena usaha itu dianggap usaha aneh yang tidak ada dasar pasar dan kecerahan usaha di masa depan.

Penulis tetap bersikeras dngan keinginannya , sampai harus merelakan sepeda motor kesayangannya untuk mendapatkan barang yang digunakan sebagai modal kerja awal. Singkat kata dalam 3 tahun. Usaha itu telah berkembang melebihi  usaha utamanya sebagai penjual sepeda motor. Kemudian pada tahun 2003 , penulis melibatkan kakak nya untuk meneruskan usaha dealernya dan berkonsentrasi penuh kepada usaha rental multimedia itu. Dan dalam perjalanan waktunya kemudian, dalam tempo 10 tahun telah berkembang menjadi usaha nasional dengan 3 cabang di kota besar di Indonesia. Prestasi yang ditorehkan dalam jangka waktu tersebut adalah sebagai pemegang rekor muri tahun 2007, sebagai rekor rangkaian LCD 144m di Indonesia

Kemudian ketika pada tahun 2009 mulai mengembangkan sayap secara luar biasa ke bidang bidang lain yang dapat semakin mengembangkan karir bisnisnya. Dalam tahun 2009,enam perusahaan dan 1 dunia pendidikan terlah berhasil dimilikinya. Mulai dari usaha resto, hotel dan paviliun, property agen, pendidikan non formal dan formal, studio music bahkan café telah dikembangkan menjadi usaha yang sangat baik dan menopang dari kerajaan bisnis yang telah didirikannya.

Dari pengalaman –pengalaman tersebut penulis melihat sebuah fenomena menarik dari setiap melakukan recruitment, yaitu ketidak mampuan para pelamar untuk menunjukan kemampuan terbaiknya. Banyak sekali orang yang mempunyai potensi tetapi tidak mampu menjual dirimya sendiri. Banyak pekerja-pekerja handal yang tidak dapat mengenali dirinya sendiri dan terpuruk dalam kondisi tidak bekerja. Bahkan penulis melihat banyak sekali orang yang mempunyai pendidikan yang berprestsai tetapi keluar jauh dari impian – impian mereka pada saat menempuh pendidikan.

Oleh karenannya, penulis mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan . Atas segala yang dimiliki untuk dapat berarti bagi orang banyak dan memberikan manfaat yang besar.  Dapat meng-inspirasi orang banyak untuk mendpatkan kehidupan seperti yang mereka inginkan.